Senin, 24 November 2008

Gambar Wisata Alam Gunung Nglanggeran

Gambar Joglo dari samping selatan
Free Image Hosting at www.ImageShack.us

QuickPost Quickpost this image to Myspace, Digg, Facebook, and others!

Gunung Kelir tampak dari Timur
Free Image Hosting at www.ImageShack.us

QuickPost Quickpost this image to Myspace, Digg, Facebook, and others!

Gunung Blencong
Free Image Hosting at www.ImageShack.us

QuickPost Quickpost this image to Myspace, Digg, Facebook, and others!

Wisatawan Asing Desa Nglanggeran
Free Image Hosting at www.ImageShack.us

QuickPost Quickpost this image to Myspace, Digg, Facebook, and others!

Aku jadi Team Pengambil Gambar
Free Image Hosting at www.ImageShack.us

QuickPost Quickpost this image to Myspace, Digg, Facebook, and others!



Read More ..

Sekilas Tempat dan Nilai Sejarah Gunung Nglanggeran

A. Asal nama Gunung Nglanggeran

Nama Nglanggeran berasal dari kata Planggaran yang mempunyai makna setiap ada perilaku jahat pasti tertangkap/ketahuan. Ada juga yang menuturkan Gunung Nglanggeran berasal dari kata Langgeng artinya desa yang Aman dan Tentram.

Selain sebutan Gunung Nglanggeran gunung yang tersusun dari banyak bebatuan ini disebut Gunung Wayang karena terdapat Gunung/bebatuan yang menyerupai tokoh pewayangan. Selain itu menurut kepercayaan adat jawa Gunung Nglanggeran dijaga oleh Kyi Ongko Wijoyo dan Punokawan. Punokawan dalam tokoh pewayangan tersebut diantaranya:

1. Kyai Semar

2. Kyai Nolo Gareng

3. Kyai Petruk

4. Kyai Bagong

B. Letak Geografis

Gunung Nglanggeran terletak di kawasan Baturagung di bagian utara Kabupaten Gunungkidul dengan ketinggian antara 200-700 mdpl, tepatnya di desa Nglanggeran Kecamatan Patuk dengan jarak tempuh 22 km dari kota Wonosari . Kawasan ini merupakan kawasan yang litologinya disusun oleh material vulkanik tua dan bentang alamnya memiliki keindahan dan secara geologi sangat unik dan bernilai ilmiah tinggi. Dari hasil penelitian dan referensi yang ada, dinyatakan gunung Nglanggeran adalah gunung berapi purba.

Ada bangunan joglo di pintu masuk dan bila kita melangkah kejalan setapak untuk mendaki gunung, maka ada 3 bangunan gardu pandang sederhana dari ketinggian yang rendah, sedang sampai puncak gunung. Pemadangan unik dan indah disekelilingnya berupa sawah nan hijau dan tidak jauh dari situ terdapat bangunan tower dan berbagai stasiun televisi yang jumlahnya cukup banyak, manambah keindahan alam. Lokasi ini sangat cocok untuk panjat tebing, tracking, jelajah wisata dan bekemah.

Banyak wisatawan lokal, dan ada juga sesekali wisatawan asing mengunjungi gunung Nglanggeran untuk menikmati keindahan pemandangan, mencoba menaklukkan batu-batu besar untuk didaki, dan banyak juga yang hanya sekedar melepas kepenatan seusai ujian dan kebisingan kota.

C . Rincian Gunung Nglanggeran

Gunung Nglanggeran terdiri dari banyak macam gunung didalamnya, yang memiliki nilai historis dan bentuk gunung yang memiliki nilai sejarah tinggi. Diantaranya adalah:

a. Gunung Kelir

Disebut Gunung Kelir karena bentuk dari gunung tersebut menyerupai kelir dan dipercaya ditempat tersebut merupakan tempat tinggal dari Ongko Wijoyo dan Punakawan.

b. Sumber Air Comberan.

Sebuah mata air yang tidak pernah mengalami kekeringan di Puncak Gunung Nglanggeran. Juga terdapat tempat pemujaan untuk mendapatkan anugrah dari sang pencipta bagi mereka yang menyakini untuk bisa mencapai keinginan ( cita-cita ). Disamping sumber Comberan terdapat tempat pertapaan untuk melakukan kegiatan ritual “Prehatin”, biasanya pada hari-hari tertentu yang diyakini mempunyai nilai mistis akan berdatangan Wisatawan untuk melakukan ritual tersebut. Tempat ini digemari Wisatawan karena cuaca iklim yang sejuk dan terdapat Tangga Tataran yang dibuat pada zaman Jepang yang dulunya juga digunakan sebagai tempat persembunyian tentara Jepang. Air di Sumber Comberan diyakini dapat membuat awet muda jika digunakan untuk mencuci muka.

c. Gunung Gedhe

Sesuai dengan sebutannya Gunung Gedhe adalah gunung terbesar diantara gunung-gunung lain. Merupakan puncak tertinggi dari Gunung Nglanggeran, para pendaki sering menggunakan tempat ini untuk tempat istirahat dan berkemah. Pemandangan yang luas akan terlihat dari puncak tertinggi karena posisi yang sangat strategis ditengah-tengah Gunung Nglanggeran. Akan menjadi tempat kegemaran para fotografer karena bisa mengabadikan keindahan ciptaan Tuhan YME dari berbagai sudut pandang.

d. Gunung Bongos

Tempat untuk meletakkan Blencong dan gunung tersebut berwarna hitam menyerupai arang.

e. Gunung Blencong

Gunung menyerupai Blencong dan sebagai penerangan/lampu Kyai Ongko Wijaya saat berkumpul dengan Punokawan.

f. Gunung Buchu

Gunung yang bentuknya lancip dan gunung tersebut berasal dari Puncak Gunung Merapi yang dipindah oleh Punokawan, yang tujuannya dibawa ke Desa Kemadang Gunungkidul, dengan dipikul oleh Punokawan memakai kayu jarak. Berhubung disitu terdapat sumber air yang besarnya sebesar ”dandang” maka gunung tersebut tertanam ditempat yang namanya Sedandang.

Bentuknya yang tinggi dan runcing Gunung Buchu digunakan untuk panjat tebing oleh pecinta alam, sampai saat ini pendaki yang berhasil menaklukkan masih bisa terhitung dengan jari. Baru 3 tim pendaki yang sukses menancapkan bendera di puncak Gunung Buchu.

g. Tlogo Wungu

Hanya orang-orang tertentu yang dapat mengetahui keberadaannya, bagi orang yang benar-benar bersih dan menjalankan ”Prihatin” akan mengetahui tlogo Wungu tersebut, terletak disebelah ujung timur Gunung Nglanggeran. Konon tempat ini sebagai pemandian Widodari. Jikalau bisa melihat keberadaan tlogo tersebut akan terdapat Tlundak emas, dan Canthing Emas.

h. Tlogo Mardhido

Sebagai tempat pemandian Jaran Sembrani tunggangan Widodari. Konon terdapat bekas tapak kuda Sembrani yang membekas dibatu.

i. Talang kencono

Sebagai talang air dari tlogo Mardhido sampai Jimatan Kota Gedhe Yogyakarta.

j. Pemean Gadhung

Mitos dinamakan Pemean Gadhung karena batang gadhung tersebut ujungnya sampai dipuncak gunung Merapi. Tempat ini sekarang dihuni banyak monyet, kelelawar dan juga ular.

k. Tanaman Obat ( Termas )

Mitos pegunungan Nglanggeran dilingkari Naga Besar yang memiliki kesaktian menyembuhkan segala bentuk macam penyakit. Hingga saat ini terbukti dengan adanya pohon Termas yang bentuknya menjalar seperti ular yang dapat mengeluarkan air obat. Namun tidak bisa semua orang bebas mengambil air obat tersebut karena ada pawang khusus yang harus melakukan ritual agar air obat dapat berkhasiat dengan baik.

l. Kepercayaan Mistis

Masyarakat meyakini penguasa Desa Nglanggeran Kyai SOYONO yang mempunyai Klangenan Macan Putih. Macan Putih ini bertugas menjaga dan mengamankan Nglanggeran dari berbagai macam kejahatan. Sebagai bukti adanya Macan Putih adalah tentramnya masyarakat Desa Nglanggeran dengan selalu tertangkapnya orang yang bertindak jahat.

D. Pantangan Kebudayaan

1. Saat melakukan kesenian Wayang Kulit, dalang dilarang/tidak boleh membelakangi Gunung Nglanggeran.

2. Cerita Wayang tidak boleh menceriterakan tentang hal Ongko Wijaya yang disakiti.

3. Zona bagian Utara Gunung Nglanggeran tidak boleh mengadakan kesenian Wayang Kulit.

E. Nilai Historis Tinggi

1. Dipercaya Gunung Nglanggeran sebagai Gunung Wahyu karena gunung tersebut diyakini sarana meditasi memperoleh wahyu dari Tuhan YME.

2. Air dari gunung Nglanggeran/Gunung Wahyu sering diambil Abdi dalem dari Kraton Yogyakarta sebagai sarana mohon ketentraman dan keselamatan semua masyarakat DIY.

3. Terdapat Arca disekitar Tlogo Mardidho yang tubuhnya sampai saat ini masih tersimpan namun tanpa kepala karena kepala dari Arca tersebut terpisah. Dahulu kala arca tersebut merupakan satu kesatuan utuh yang saat dijauhi tersenyum, namun saat didekati berubah kembali menjadi Arca biasa, hal tersebut membuat marah Kyai Tir sehingga menendangnya hingga terpisah kepala dan tubuhnya. Dan tubuhnya dibuang ke sebuah Song sehingga Song tersebut bernama Song Putri. Setelah bertahun-tahun kepala patung tersebut ditemukan oleh salah satu warga Nglanggeran yang bernama Kyai Kromo Suwito ( Paimin) sekitar tahun 1961 dipekarangan orang tersebut. Kepala patung tersebut mirip Kendedes dengan kepala perunggu dan bibir berlapis emas yang sekarang tersimpan di Museum Sono Budoyo Yogyakarta sedangkan tubuhnya masih tersimpan di Kalisong Gunung Nglanggeran.

Horizontal Scroll: Sumber: Dinas Pariwisata Gunung Kidul, Sesepuh Desa Nglanggeran yang tidak bisa disebutkan satu persatu  Saran dan Kritik yang bersifat membangun bisa ditujukan ke: Hp : 081804209290 ( Bpk.Sudiono ) Email : handoko88_jogja@yahoo.co.id  ( Sugeng Handoko ) sering OL juga bisa Chat.

Sumber:

Dinas Pariwisata Gunung Kidul,

Sesepuh Desa Nglanggeran yang tidak bisa disebutkan satu persatu

Saran dan Kritik yang bersifat membangun bisa ditujukan ke:

Hp : 081804209290 ( Bpk.Sudiono )

Email : handoko88_jogja@yahoo.co.id ( Sugeng Handoko ) sering OL juga bisa Chat.

Read More ..

Rabu, 12 Maret 2008

Hasil Kongres IMTII 2

Dapat ditarik kesimpulan kegiatan kongres yang diselenggarakan di UNISBA Bandung ini menghasilkan beberapa keputusan diantaranya:

LPJ kepengurusan IMTII periode 2006/2008 diterima oleh forum,

Disepakati pembuatan ADART dan peraturan – peraturan di dalam Ikatan Mahasiswa Teknik Industri untuk 2 tahun kedepannya dan juga terpilihnya Sekjen IMTI Indonesia yaitu Danis dari Zona Jawa Barat dari Intitute Teknologi Bandung. Serta akan dilakukannya perbaikan susunan keorganisasian dan akan melakukan hubungan komunikasi antar Zona diseluruh Indonesia untuk bisa saling berkomunikasi dan mengetahui perkembangan masing – masing Zona.

Untuk kongres ditahun 2008 akan diselenggarakan di Aceh, oleh karena itu dimohonkan kepada seluruh zona untuk mempersiapkan diri agar setiap zona dan institusi dapat mengirimkan delegasinya ke Aceh ditahun 2008 nantinya. Mungkin secara garis besar hasil yang didapat seperti itu yang jelas hubungan antar mahasiswa Teknik Industri se Indonesia terjalin akrab dan bisa saling mengenal antara satu daerah dengan daerah lainnya dengan diselenggarakannya acara ini.

Read More ..

Kongres IMTII 2 di Bandung

Seluruh universitas di Indonesia yang memiliki jurusan teknik industri hampir semuanya mengirimkan beberapa mahasiswanya untuk menghadiri kegiatan seminar nasional dan kongres IMTII 2 yang bertempat di UNISBA ( Universitas Islam Bandung ) begitu juga dengan UAD Yogyakarta yang juga mengirimkan 4 delegasi dari kampusnya diantaranya saya sendiri ( Sugeng Handoko ), Aceng Abdul Hamid, Ikhsan Widhi Rimia, dan Muhammad Tajid M. Mereka tergabung satu rombongan dengan mahasiswa lainnya dari Zona Yogyakarta yang terdiri dari beberapa universitas lain. Selaku rombongan Mas Jaja mahasiswa dari UGM yang sekaligus sekjen IMTI Zona Yogyakarta. Kegiatan yang cukup lama ini dimulai tanggal 28 Februari – 2 Maret 2008 dan berlangsung di dua tempat di UNISBA, hari pertama di kampus I UNISBA yang digunakan hanya sebagai tempat seminar kemudian hari kedua sampai selesai di kampus II UNISBA yang terletak di Puncak dan dinginnya bukan main.


Pengalihan tempat dari kampus I ke kampus II UNISBA ini karena asrama yang tersedia berada dikampus I, selain tempatnya berada di puncak juga dikampus I ini lebih kondusif dan tenang untuk melakukan kongres hanya saja sedikit kekurangan minimnya pedagang makanan sehingga para peserta hanya mengharapkan makanan dari panitia saja dan bekal yang dibawanya. Panitia yang ramah dan maksimal memberikan sambutan dan pelayanan cukup menutupi kekurangan itu. Di asrama penempatan mahasiswanya pun cukup teratur tiap satu Zona menjadi satu kamar dan jika masih lebih digabung dengan Zona lain. Keakrabanpun terjalin antara satu zona dan zona lain hal ini mempererat hubungan antar mahasiswa teknik industri di seluruh Indonesia.

Dalam kegiatan kongres ini adalah kegiatan yang tidak main – main seluruh peserta terfokus dengan kegiatan untuk membahas masalah – masalah teknik industri yang dihadapi. Waktupun sampai tak terhiraukan oleh peserta sampai larut malam jam setengah empat dini hari masih membahas ADART dan paginya jam setengah delapan dah mulai kegiatan lagi. Semoga dengan adanya Ikatan Mahasiswa Teknik Industri se – Indonesia ini akan meningkatkan Teknik Industri di Indonesia dan menjadikan tempat untuk saling berkomunikasi dan berbagi ilmu baru diantara mahasiswa se Indonesia.


Read More ..

Selasa, 11 Maret 2008

Kunjungan Studi banding ke UGM 23 Februari 2008

HMTI UAD mengadakan acara silaturahmi sekaligus studi banding masalah organisasi khususnya HMTI di UAD dan HMTI di UGM. Kegiatan ini dilaksanakan secara informal yang diprakarsai oleh kedua panitia dari kedua HMTInya dan dipegang oleh divisi HAL ( Hubungan Antar Lembaga ). Acara tersebut dirancang dan dipersiapkan sudah jauh – jauh hari oleh pengurus HMTI UAD dan juga dimasukkan sebagai salah satu program kerja dari mereka dengan tujuan untuk meningkatkan prestasi dan minat dalam menggeluti organisasi dikampus maupun diluar kampus, karena pada dasarnya seorang mahasiswa teknik industri adalah harus mampu dan bisa memanage manusia dan semua komponen dalam suatu perusahaan tersebut, oleh karena itu dengan mengikuti sebuah organisasi semua mahasiswa khususnya mahasiswa teknik Industri dapat praktik langsung untuk bisa memanage dan mengetahui kepribadian orang lain.


Walaupun kegiatan yang diadakan oleh kedua HMTI ini tidak formal namun sambutan dan persiapan yang dilakukan oleh HMTI dan teman – teman dari UGM sangat membuat terkesan HMTI UAD yang datang. Dari HMTI UAD sengaja tidak memakai Jaket Almamater karena agar lebih akrab dan bisa membaur dengan HMTI UGM tapi HMTI UGM memakai jas Almamater dan baju HM mereka. Inipun tidak menjadikan niat untuk lebih akrab terhenti, malah dengan sambutan yang begitu baik kami ( HMTI UAD ) merasa sangat dihormati dan bisa bergaul dan berbincang – bincang dengan asyik membahas masalah – masalah dalam suatu organisasi HMTI, kami pun saling sharing dan kasih masukan untuk kemajuan dan kebaikan kita bersama.

Dengan mengadakan silaturahmi antar HMTI ini semoga hubungan kerja sama dapat terjalin, hubungan antar individu dapat terjalin dan memberikan nilai tambah untuk mahasiswa Teknik Industri pada umumnya. Solusi untuk menarik mahasiswa agar mau ikut organisasi adalah membuat mereka dan kita yang berada dalam suatu organisasi apapun merasa senang dan merasakan rasa memiliki organisasi tersebut. Insyaallah organisasi itu akan eksis dan berjalan terus jangan sampai orang yang berada dalam organisasi merasa terbebani dan hanya disuruh kerja dan tugas saja melainkan harus ada pendekatan emosional antar beda pribadi.

Selain itu keeksisan organisasi khususnya HMTI tidak bisa hanya mahasiswanya saja yang gerak dan berusaha, harus ada dukungan dan bimbingan dari Prodi maupun dosen – dosen dalam jurusan tersebut, hal ini juga dikemukakan oleh salah satu mahasiswa UGM dan juga ketua HMTI UAD sendiri. Oleh sebab itu kami aktifis kampus selalu berdo’a dan berusaha untuk bisa lebih baik dan berharap mendapatkan dukungan dan bimbingan dari Prodi dan juga Dosen – Dosen terkait.


Read More ..